Percakapan singkat yang agak membuatku sakit hati.
Suatu hari (aku lupa), aku disuruh beli wortel Rp. 2000,00 dan ote-ote Rp. 1000,00 oleh ibuku, sekalian menjemput adekku. Warung tersebut memang sudah langganan ibukku. Setelah sampai di warung tersebut, aku langsung memesan pesananku.
Aku : “Pak, ada ote-ote?”
Bapak penjual : “Oh, ada dik. Mau beli berapa?”
Aku : “Beli seribu aja, Pak. Sama wortel dua ribu.”
Bapak p. : (sambil membungkus kedua pesananku, raut mukanya sangat datar dan biasa) “kelas berapa kamu sekarang?”
Aku : “Kelas 2 SMA”
Bapak p. : “di SMA negri * (sekolah yang berada di sekat sekolahku yang asli, sekolah yang aku idam-idamkan. You know that school, guys…) ya?
Aku : “eh… enggak. Di **** * (aku menyebutkan sekolah asliku) …”
Bapak p. : “lho?? Bukannya kamu di sana ya sekolah?!!!? (entah ekspresinya ngejek atau memang dia tidak tahu kalau aku tidak sekolah di sana)
Aku : “enggak… di **** * (sekali lagi aku menyebutkan sekolah asliku) …”
Bapak p. : “oooh.. iya, ya. Yang sekolah di sana itu kedua kakakmu itu ya??? (ekspresinya biasa lagi, enggak tahu kata-katanya sudah bikim aku sakit hati)
Aku : “iyaa… --“ ”
WAAAAAAAAARRRRGGGGHHHHH!!!! Pengen rasanya kubanting wortel dan ote-ote yang tak berdosa yang tengah kupegang.
you know me so well ! harusnya qe langsung nyanyi ka !
ReplyDeletengajak duel emang !!
ReplyDelete